Satu hal yang membedakan Blackrock dari perusahaan investasi lain adalah prinsip dan sistem evaluasinya dalam mengelola risiko. Blackrock memiliki ribuan komputer yang menyala 24 jam, diawasi oleh teknisi, ahli matematika, analis, dan programmer.
Komputer-komputer ini bekerja seperti ‘peternakan’, menganalisa dan memonitor jutaan aktivitas trading harian dan menelisik detail kecil dalam portofolio investasi kliennya untuk mencari variabel berisiko yang mungkin bakal terpengaruh jika ada perubahan di pasar. Perangkat lunak pengoperasian sistem ini disebut Aladdin.
Komputer canggih Blackrock dapat melakukan simulasi imajiner setiap perubahan suku bunga, perubahan di pasar keuangan, dan melakukan ‘stress-test’ untuk mengujicoba strategi dalam skenario-skenario krisis global.
Saat ini, Blackrock adalah perusahaan investasi terbesar di dunia, dengan dana kelolaan mencapai USD9,42 triliun, yang jika dirupiahkan nilainya bisa mencapai kuadraliun. Dana kelolaan Blackrock nyaris setara dengan PDB tahunan sebuah negara maju.
Itulah profil Larry Fink, pendiri dan CEO Blackrock yang pernah merugi hingga USD100 juta, namun bangkit dan mendirikan perusahaan investasi dengan belajar dari kesalahannya. (NKK)