AALI
9900
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1460
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2880
ADHI
1020
ADMF
7700
ADMG
192
ADRO
1810
AGAR
340
AGII
1510
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
173
AHAP
66
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
960
AKRA
4110
AKSI
420
ALDO
1050
ALKA
244
ALMI
240
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.82
1.33%
+6.62
IHSG
6547.78
0.62%
+40.10
LQ45
942.94
1.22%
+11.40
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

Sempat Terpuruk Imbas Pandemi, Kini Ibu-ibu Tukang Asap Ikan Beromzet Rp30 Juta per Bulan

INSPIRATOR
Jaka Samudra/iNews
Rabu, 29 September 2021 06:16 WIB
Dari aktivitasnya itu, emak-emak di Kampung ini bisa punya pendapatan sendiri dan membantu suami mereka yang mayoritas nelayan. Bahkan, omzetnya membikin kaget.
Sempat Terpuruk Imbas Pandemi, Kini Ibu-ibu Tukang Asap Ikan Beromzet Rp30 Juta per Bulan (FOTO:MNC Media)
Sempat Terpuruk Imbas Pandemi, Kini Ibu-ibu Tukang Asap Ikan Beromzet Rp30 Juta per Bulan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kampung di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur ini, terlihat berbeda dengan wilayah lain. Kenapa? Hal tersebut lantaran Emak-emak warga setempat banyak yang bermata pencarian sebagai tukang asap ikan. 

Saat memasuki wilayah di Kelurahan Ngaglik ini, akan terlihat kesibukan emak-emak mengasapi ikan. Rata-rata rumah warga punya cerobong untuk mengasapi ikan sehingga tidak heran jika kampung ini dijuluki Kampung Asap. 

Dari aktivitasnya itu, emak-emak di Kampung ini bisa punya pendapatan sendiri dan membantu suami mereka yang mayoritas nelayan. Bahkan, omzetnya membikin kaget.  

Pengakuan dari ibu-ibu tukang asap ikan di sini, mereka bisa mendapatkan omzet mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan. Dalam satu hari, pendapatan mereka mencapai Rp1 juta lebih. 

Seperti yang diungkapkan Zanati (43), salah satu warga yang menjadi pengasap ikan. Dengan menggunakan tungku khusus, mereka bisa mengasapi ikan hingga satu kwintal per hari. Harga ikan asap per satuan bisa mencapai Rp2.500 hingga Rp3.000.  

“Setiap hari itu omzet bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Satu bulan bisa Rp30 juta lebih,” katanya.  

Jenis ikan yang diasapi bermacam-macam, mulai dari ikan patin, ikan balong, hingga pari. Sementara bahan yang digunakan mengasapi pun tak sulit untuk didapatkan, yakni batok kelapa dan jagung kering.  

Cara pengolahan ikan asap cukup mudah. Ikan-ikan itu dicuci bersih dan dipotong-potong sebelum dipanggang dan diasapi di tungku. Ikan pun siap dijual. Biasanya ikan asap itu dijual ke pasar-pasar tradisional di wilayah kota dan Kabupaten Pasuruan. 

”Dibersihkan dulu, dibuang kotorannya, dipotong-potong, ditusuk, dipanggang,” kata Zanati, Selasa (28/9/2021). 

Emak-emak tukang asap ikan lainnya, Usawatun Khasanah, juga mengaku bisa mendapatkan Rp1 juta per hari dari pekerjaannya. Perempuan yang mulai merintis usahanya beberapa tahun lalu itu sempat mengalami kesulitan di awal masa pandemi Covid-19 karena omzetnya menurun. 

Namun, saat ini dia mulai bangkit lagi. Usawatun bisa meraup omzet jutaan rupiah setiap harinya. Ikan asap yang diproduksinya mulai dari jenis mujahir hingga ikan laut. Harganya mulai dari Rp50.000 per kg. 

“Kalau satu hari bisa dapat omzet Rp1 juta,” kata Usawatun Khasanah. Meski pendapatannya bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan, warga setempat berharap ada kepedulian dari pemerintah setempat untuk bisa mempromosikan hasil ikan asap keluar daerah. Mereka berharap bisa meningkatkan produksi dan meningkatkan pendapatan lagi.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD