Seperti spot khusus komik yang penuh warna-warni, meja estetik dan dihiasi deretan bendera berbagai negara. Bahkan ada juga Ruang Ungu yang disediakan khusus untuk anak-anak belajar menggunakan komputer dan mencari informasi di internet.
“Di Ruang Ungu, anak-anak bisa mampir untuk belajar mengetik atau mencari informasi di internet menggunakan dua unit komputer yang tersedia. Sementara di sudut yang lain, kami sediakan khusus untuk membaca koleksi komik,” ucap dia.
Edi menuturkan, ide awal tercetusnya taman baca ini berawal dari kecintaannya terhadap buku saat dirinya masih tinggal bersama sang bibi. Kala itu, saking cintanya Edi terhadap buku, ia sampai memiliki ratusan koleksi, hingga berbagai literasi dan pengetahuan ia dapati.
Dari situ, terbersit di pikirannya untuk membagi berbagai pengetahuan tersebut, bukan hanya kepada keluarganya di rumah, tetapi juga kepada publik.
Tidak hanya itu, motivasi dirinya untuk membuka taman baca juga berangkat dari keprihatinan terhadap minimnya fasilitas literasi di lingkungan terkecil masyarakat, yaitu di tingkat RW.