AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Tingginya Kepedulian Masyarakat, Kawanan Muda Ini Bentuk Gerakan Sosial ‘Bagirata’

INSPIRATOR
Advenia Elisabeth/MPI
Rabu, 28 Juli 2021 14:34 WIB
Bagirata merupakan platform subsidi silang untuk membantu kondisi finansial para pekerja yang terkena dampak ekonomi di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19.
Tingginya Kepedulian Masyarakat, Kawanan Muda Ini Bentuk Gerakan Sosial ‘Bagirata’. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sebanyak 19 juta orang Indonesia terdampak akibat pandemi Covid-19. Kondisi pandemi ini menyebabkan sebagian orang harus kehilangan pekerjaan. Akibatnya, masyarakat pun tergerak untuk saling membantu dalam berbagai gerakan sosial.

Menariknya, Indonesia memiliki platform gerakan sosial dengan nama Bagirata yang dirancang, dibangun dan diurus oleh anak muda Tanah Air yakni Lody Andrian, Ivy Vania, Rheza Boge, dan Elham Arrazag.

Bagirata merupakan platform subsidi silang untuk membantu kondisi finansial para pekerja yang terkena dampak ekonomi di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19, dengan memfasilitasi proses redistribusi kekayaan ke pekerja yang terdampak agar mencapai dana minimum yang dibutuhkan.

Inisiator Bagirata Lody Andrian mengungkapkan, awal berdirinya Bagirata ditengah masyarakat dimulai sejak awal lockdown pada maret tahun lalu, dimana debat kesehatan versus ekonomi sangat diributkan di media sosial. Terlebih lagi banyak teman Lody yang dirumahkan tanpa kepastian kontrak kerja dan tidak digaji.

“Saat itu memang tidak ada bantuan sama sekali bagi pekerja biasa. Banyak orang yang terfokus pada populasi miskin (membagikan masker, sembako dll) tapi padahal pandemi juga sangat berdampak pada kelas pekerja, pekerja freelance, pekerja informal ataupun yang formal,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (27/7/2021).

Berangkat dari persoalan itu, Lody bersama dengan rekannya terpikir untuk membuat jaring pengaman sosial sendiri dengan cara subsidi silang antar warga. Dimana dalam subsidi silang ini yang masih bergaji, menghidupi yang tidak bergaji.

Lody mengatakan dalam membangun gerakan sosial ini dibutuhkan waktu dua minggu. Kemudian, saat ide tersebut matang, kawanan muda ini merilis Bagirata pada pertengahan Maret 2020.

Ia menuturkan pada awalnya Bagirata dirancang selama tiga bulan saja untuk membantu kebutuhan dana darurat kepada para pekerja yang terdampak. Namun, melihat antusias kepedulian masyarakat yang tinggi, para inisiator Bagirata memperpanjang gerakan sosial hingga saat ini.

“Awalnya Bagirata dirancang untuk 3 bulan saja. Membantu kebutuhan dana darurat pada pekerja terdampak. Tapi ternyata dampaknya sangat besar bagi banyak orang, dan sangat berkepanjangan hingga saat ini. Jadi kami sudah jalan selama 1 tahun lebih,” ucap Lody.

Selama setahun lebih Bagirata hadir ditengah kesulitan masyarakat. Platform gerakan sosial yang merupakan satu-satunya channel dengan metode peer-to-peer ini, sudah membantu sebanyak 2826 orang dan total subsidi silang dari tahun 2020 hingga hari ini mencapai  Rp 1,071,549,576.

Upaya ini didedikasikan untuk mendukung kelompok kerja yang kehilangan pendapatan tetap akibat pandemi. Salah satunya pekerja di sektor jasa, hospitality, pariwisata, kesehatan & farmasi dan tekstil yang harus tutup dan dipaksa mengambil unpaid leave atau PHK sepihak.

Selain itu, juga didedikasikan kepada pekerja di sektor media, kreatif, seni pertunjukan, budaya, hiburan dan gig economy yang terkena penutupan usaha, pembatalan project, izin pembuatan acara dan hambatan lainnya.

Platform ini berperan sebagai host database untuk pekerja yang terkena dampak ekonomi karena peraturan pembatasan Covid-19, sekaligus membantu mengartikulasikan kebutuhan mereka yang kehilangan pendapatan tetap dan mengangkatnya ke permukaan.

Keberadaan platform Bagirata, dapat memfasilitasi teman-teman yang berpendapatan tetap atau yang tidak memiliki resiko kehilangan pekerjaan di tengah pandemi ini untuk mendistribusikan sebagian kecil kekayaannya dalam format egaliter ke mereka yang dirugikan restriksi Covid-19. Distribusi dana akan secara langsung masuk ke akun finansial digital penerima dana.

“Jadi bantuan lebih transparan, dana tidak ditampung, dan langsung bisa kontak langsung dengan penerima bantuannya. Bagirata menyediakan QR Code pribadi si penerima dananya. Nah dari situ pemberi dana bisa mengirimkan bantuannya. Dari masing-masing e-wallet biasanya menyediakan chat untuk bisa saling terhubung,”tambahnya.

Perlu diketahui, tidak ada aliran dana yang mengalir melalui situs ini, sebab gerakan sosial pada platform Bagirata bukanlah suatu bisnis. Bagirata adalah inisiatif warga, yang secara khusus dibangun sebagai stimulus bantuan ekonomi darurat dalam krisis kesehatan global Covid-19.

Baca pembahasan seputar Virus Kebaikan selengkapnya di iNews.id melalui link berikut https://www.inews.id/tag/virus-kebaikan

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD