AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Tukang Ojek Raup Ratusan Juta dari Daun Kelor, Begini Kisahnya

INSPIRATOR
Tim IDXChannel
Minggu, 11 September 2022 14:50 WIB
Di tangan seorang tukang ojek asal Sumba Timur, NTT, daun kelor bisa disulap menjadi bisnis yang menguntungkan.
Tukang Ojek Raup Ratusan Juta dari Daun Kelor, Begini Kisahnya. (Foto:
Tukang Ojek Raup Ratusan Juta dari Daun Kelor, Begini Kisahnya. (Foto:

IDXChannel – Siapa sangka tanaman daun kelor yang biasanya digunakan sebagai sayuran biasa dan pagar pembatas kebun bisa membawa sesorang meraih sukses. Di tangan seorang tukang ojek asal Sumba Timur, NTT, daun kelor bisa disulap menjadi bisnis yang menguntungkan.

Namanya Eduardus Seran, ia merupakan perantau dari Kabupaten Malaka. Namun, pertemuannya dengan perempuan asli Sumba Timur menjadikan Eduardus sebagai warga Sumba Timur.

Ia membangun usaha kelornya dari Nol di  Temu, Kecamatan Kanatang, Sumba Timur. Hidupnya kini telah berubah dari tukang ojek menjadi pengusaha kelor dengan omzet ratusan juta rupiah.

Bermodal semangat untuk maju, Eduardus yang merupakan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) pun mulai menggeluti usaha di perantauan. Dia menjadi tukang ojek dan penjual ikan.

Waktu terus berjalan, Eduardus merasa ada tuntutan untuk mencari penghasilan lebih setelah menikah dan dikaruniai seorang putri. Eduardus terus mencari usaha yang bisa menyejahterakan keluarga. Hingga akhirnya pada 2018, dia mengenal usaha daun kelor.

“Saya memulai itu dari tahun 2018. Pada waktu itu ada pencanangan dari bapak Gubernur NTT (Viktor Bungtilu Laiskodat-Red) untuk seluruh desa tanam kelor. Disitu saya melihat bahwa ini peluang. Ada apa dibalik program kelor ini, kata saya dalam hati waktu itu.”

“Pasti ada sesuatu yang besar, bagi kami sebagai seorang wirausaha. Akhirnya saya coba pelajari bagaimana caranya pengolahan Kelor ini. Maka dapatlah Channel YouTube  dari guru besar saya pak Dedi Krisnadi dari Dapur Kelor,” kata Eduardus seperti dilansir dari Inews, pada Minggu (11/9/2022).

Halaman : 1 2 3
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD