Selanjutnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mencatat dividend yield 10,96 persen, diikuti PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) sebesar 10,63 persen dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar 10,31 persen.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat 9,78 persen dan PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) sebesar 8,86 persen.
Dari sisi konsistensi, mayoritas saham tersebut juga memiliki rekam pembayaran dividen yang panjang. BMRI, BBRI, BBNI, UNVR, ASGR, dan ADRO tercatat memiliki dividend payment streak selama 18 tahun.
BSSR telah membayarkan dividen selama 12 tahun, BJTM 14 tahun, SIDO 13 tahun, dan POWR 11 tahun.
Menariknya, beberapa saham juga menawarkan valuasi yang relatif rendah.
BBNI memiliki current PE sebesar 6,19 kali, disusul BMRI 6,37 kali dan BSSR 6,76 kali. Sebaliknya, SIDO memiliki PE tertinggi dalam daftar, yakni 15,64 kali.