AALI
8800
ABBA
228
ABDA
6025
ABMM
4370
ACES
645
ACST
189
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
760
ADMF
8450
ADMG
166
ADRO
3910
AGAR
316
AGII
2410
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1315
AKSI
320
ALDO
690
ALKA
290
ALMI
402
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.17
-0.23%
-1.26
IHSG
7111.60
-0.22%
-15.90
LQ45
1017.21
-0.29%
-2.99
HSI
17805.09
-0.28%
-50.05
N225
26633.32
0.76%
+201.77
NYSE
13580.39
-1.57%
-216.61
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
790,953 / gram

11 BUMN Setor Dividen ke Negara Rp41 Triliun

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan
Rabu, 01 Juni 2022 17:30 WIB
11 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyetor dividen ke negara untuk tahun buku 2021. Kontribusinya pun mencapai Rp41 triliun. 
11 BUMN Setor Dividen ke Negara Rp41 Triliun (FOTO: MNC Media)
11 BUMN Setor Dividen ke Negara Rp41 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - 11 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyetor dividen ke negara untuk tahun buku 2021. Kontribusinya pun mencapai Rp41 triliun. 

Ke-11 perusahaan pelat merah ini terdiri dari sejumlah sektor bisnis. Mereka diantaranya perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan. Adapun 60 persen dari total dividen Rp41 triliun yang dikontribusikan berasal dari BUMN sektor perbankan. 

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2021 masing-masing perusahaan yang dikutip IDXChannel, Rabu (1/6/2022), PT Bank BRI Tbk, menjadi BUMN yang mencatatkan dividen senilai Rp14,04 triliun. Nilai ini menjadi tertinggi dari sepuluh perseroan lainnya. 

Lalu, PT Bank Mandiri Tbk, dengan nilai dividen tunai sebesar Rp8,75 triliun. Disusul PT Telkom Indonesia Tbk, sebesar Rp 7,74 triliun, PT Bukit Asam Tbk atau PTBA Rp 5,21 triliun, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) atau PGN senilai Rp 3,01 triliun. 

Kemudian, PT Bank BNI Tbk, Rp 1,63 triliun, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam Rp 605 miliar, SIG Rp 520 miliar, Mitratel Rp 362 miliar, PT Timah Tbk Rp 296 miliar, dan PT BTN Tbk Rp 142 miliar.

Menteri BUMN Erick Thohir telah memperkirakan sebelumnya bahwa hanya ada 11 BUMN yang bisa menyetorkan dividen kepada negara. Bahkan, hingga 2023-2024 mendatang pemegang saham tidak memaksakan 30 BUMN lainnya untuk membayarkan dividen.

Perkiraan itu didasarkan pada kinerja perusahaan dan public service obligation (PSO) atau kewajiban pelayanan publik.

"Kalau kita lihat sampai 2023-2024 memang itu dividen berdasarkan 11 BUMN saja sedangkan total BUMN setelah dikonsolidasikan total 41. Tidak menutup mata, yang 30 itu tidak kita paksakan untuk dividen kalau memang layanan secara servisnya sangat besar," ujar Erick, dikutip Rabu (1/6/2022).

Sebaliknya, pemegang saham akan memaksimalkan BUMN yang secara korporasi berorientasi bisnis untuk meningkatkan dividennya.

Semula Kementerian BUMN menargetkan dividen BUMN pada 2021 mencapai Rp30 triliun-Rp35 triliun. Target ini melebihi realisasinya, di mana 11 perusahaan saja mampu mencatatnya dividen Rp41 triliun. 

Meski begitu, dividen 2021 masih tercatat rendah bila dibandingkan realisasinya di tahun 2020. Pada periode tahunan sebelumnya total setoran 5 BUMN saja mencapai 45 triliun atau setara 90,6% dari total dividen pemerintah pada 2020. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD