Namun, perlu diingat, harga saham yang murah bisa disebabkan oleh beberapa hal. Bisa karena kondisi pasar yang memang bergejolak, bisa juga karena kondisi internal perusahaan yang memang kurang bagus.
Oleh sebab itu, selain menggunakan PBV, para investor menggunakan indikator lain untuk mencari saham terbaik. Mulai dari price to earning ratio, debt to equity ratio, dan sebagainya.
Namun, jika Anda memerlukan daftar saham-saham mid dan big cap dengan PBV rendah, berikut ini adalah 28 saham mid & big cap dengan PBV di bawah 1 yang dapat dipertimbangkan:
- SMGR 0,38x
- BDSE 0,39x
- SRTG 0,41x
- PNBN 0,43x
- GGRM 0,44x
- BDMN 0,45x
- INKP 0,48x
- BNII 0,49x
- KPIG 0,49x
- BBTN 0,52x
- CTRA 0,57x
- TKIM 0,58x
- SIMP 0,63x
- BUKA 0,64x
- JSMR 0,65x
- AALI 0,66x
- SMAR 0,69x
- NISP 0,72x
- PWON 0,75x
- BNGA 0,79x
- BBNI 0,80x
- INTP 0,81x
- INDF 0,83x
- AUTO 0,84x
- HRUM 0,90x
- ITMG 0,96x
- ADRO 0,98x
Daftar di atas adalah 28 saham mid dan big cap dengan PBV di bawah 1 yang dapat menjadi pertimbangan investor pemula untuk value investing.
(Nadya Kurnia)