AALI
9975
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
790
ACES
1505
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1085
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1180
AGAR
444
AGII
1165
AGRO
1015
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
78
AIMS
288
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
466
AKRA
3170
AKSI
0
ALDO
715
ALKA
240
ALMI
226
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/04/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
481.37
-0.41%
-1.99
IHSG
6071.85
-0.24%
-14.41
LQ45
904.41
-0.36%
-3.26
HSI
29295.90
1.13%
+326.19
N225
29748.10
0.22%
+64.73
NYSE
16186.29
0.43%
+69.49
Kurs
HKD/IDR 1,876
USD/IDR 14,590
Emas
835,960 / gram

3,5 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Jum'at, 22 Januari 2021 20:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, sebanyak 3,5 juta orang harus kehilangan pekerjaannya akibat pandemi virus Covid-19.
3,5 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

IDXChannel – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, sebanyak 3,5 juta orang harus kehilangan pekerjaannya akibat pandemi virus Covid-19. Total pengangguran di Indonesia saat ini Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mencapai 29,12 juta orang. 

Selama pandemi Covid-19 berlangsung pemerintah juga mencatat adanya penambahan angka pengangguran di Indonesia. Jumlah itu, terdiri dari 3,5 juta karyawan sejumlah perusahaan yang dirumahkan. 

"Banyak yang kehilangan lapangan kerja. Sekarang yang dirumahkan terus bertambah ada 3,5 juta," kata Erick dalam Webinar, Jumat (22/1/2021).

Erick menambahkan, sebanyak 53 persen tenaga kerja baru yang membutuhkan pekerjaan. Presentasi tersebut berasal dari usia produktif antara 18-30 tahun. 

"Masih banyak (masyarakat) memerlukan pekerjaan. Dari survei hari ini yang baru saja keluar, berdasarkan data-data 53 persen adalah usia kurang lebih 18-30 yang sangat produktif,” ujar Erick

Meningkatnya tingkat pengangguran saat ini menjadi konsentrasi pemerintah. Mantan Bos Inter Milan Itu menyebut, rumusan program-program baru pemerintah pun diarahkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Pemerintah, kata dia, akan menghindari persoalan birokrasi yang berbelit-belit dan berkepanjangan. Karena hal itu memperlambat program pengentasan pengangguran itu sendiri. 

"Seyogyanya kita bersama-sama tentu pemerintah, masyarakat bisa membuat program-program yang bisa langsung mendapatkan kepada tujuannya. Tidak berkepanjangan dengan birokrasi yang berbelit-belit, tetapi bisa langsung dirasakan," ujarnya. 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, tingginya angka pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran sudah mencapai 29,12 juta. 

Menurut Airlangga, permasalahan ini perlu segera diselesaikan dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, angka kemiskinan tidak akan bertambah lagi.

“Tingkat pengangguran di indonesia masih alami tantangan dan kita lihat, 29,12 juta orang butuh lapangan kerja dan 29,12 juta itu adalah orang yang berusia kerja dan mayoritas punya pendapatan rendah sehingga tentu ini harus dijaga agar kemiskinan tidak bertambah,” ujarnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD