AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

3,5 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 22 Januari 2021 20:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, sebanyak 3,5 juta orang harus kehilangan pekerjaannya akibat pandemi virus Covid-19.
3,5 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19
3,5 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

IDXChannel – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, sebanyak 3,5 juta orang harus kehilangan pekerjaannya akibat pandemi virus Covid-19. Total pengangguran di Indonesia saat ini Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mencapai 29,12 juta orang. 

Selama pandemi Covid-19 berlangsung pemerintah juga mencatat adanya penambahan angka pengangguran di Indonesia. Jumlah itu, terdiri dari 3,5 juta karyawan sejumlah perusahaan yang dirumahkan. 

"Banyak yang kehilangan lapangan kerja. Sekarang yang dirumahkan terus bertambah ada 3,5 juta," kata Erick dalam Webinar, Jumat (22/1/2021).

Erick menambahkan, sebanyak 53 persen tenaga kerja baru yang membutuhkan pekerjaan. Presentasi tersebut berasal dari usia produktif antara 18-30 tahun. 

"Masih banyak (masyarakat) memerlukan pekerjaan. Dari survei hari ini yang baru saja keluar, berdasarkan data-data 53 persen adalah usia kurang lebih 18-30 yang sangat produktif,” ujar Erick

Meningkatnya tingkat pengangguran saat ini menjadi konsentrasi pemerintah. Mantan Bos Inter Milan Itu menyebut, rumusan program-program baru pemerintah pun diarahkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Pemerintah, kata dia, akan menghindari persoalan birokrasi yang berbelit-belit dan berkepanjangan. Karena hal itu memperlambat program pengentasan pengangguran itu sendiri. 

"Seyogyanya kita bersama-sama tentu pemerintah, masyarakat bisa membuat program-program yang bisa langsung mendapatkan kepada tujuannya. Tidak berkepanjangan dengan birokrasi yang berbelit-belit, tetapi bisa langsung dirasakan," ujarnya. 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, tingginya angka pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran sudah mencapai 29,12 juta. 

Menurut Airlangga, permasalahan ini perlu segera diselesaikan dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, angka kemiskinan tidak akan bertambah lagi.

“Tingkat pengangguran di indonesia masih alami tantangan dan kita lihat, 29,12 juta orang butuh lapangan kerja dan 29,12 juta itu adalah orang yang berusia kerja dan mayoritas punya pendapatan rendah sehingga tentu ini harus dijaga agar kemiskinan tidak bertambah,” ujarnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD