XXI memiliki beberapa segmen studio. Yakni reguler, The Premier, dan IMAX. Saat ini CNMA mengoperasikan lebih dari 250 bioskop di kota-kota besar Indonesia dengan total 1.350 layar (studio).
4. PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ)
BLTZ adalah perusahaan bioskop terbesar kedua di Indonesia. Perusahaannya berdiri pada 2006 dan bioskopnya beroperasi dengan nama Blitz Megaplex, perseroan baru mengubah nama dagangnya menjadi CGV pada 2014.
Pada periode tersebut, CJ CGV, perusahaan asal Korea Selatan, mengakuisisi saham mayoritas BLTZ. Saat ini BLTZ mengelola sekitar 72 bioskop di seluruh Indonesia dengan total 408 layar (studio).
BLTZ memiliki segmen studio yang bervariasi. Mulai dari reguler, Velvet, Gold, Satin, IMAX, Starium, ScreenX, 4DX, SphereX, dan Sky Screen. Bioskop kelolaan BLTZ memasukkan film-film Asia lebih banyak dibandingkan dengan XXI.
Itulah sederet saham perfilman di Bursa Efek Indonesia yang dapat dicermati.
(Nadya Kurnia)