sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

OJK: Demutualisasi BEI Buka Kerja Sama Bursa Regional dan Global untuk Akses Permodalan

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
09/02/2026 12:37 WIB
OJK menilai rencana demutualisasi BEI merupakan langkah strategis meningkatkan daya saing hingga permodalan di tingkat regional maupun global.
OJK: Demutualisasi BEI Buka Kerja Sama Bursa Regional dan Global untuk Akses Permodalan. (Foto: iNews Media Group)
OJK: Demutualisasi BEI Buka Kerja Sama Bursa Regional dan Global untuk Akses Permodalan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan daya saing bursa nasional. Terutama di tengah dinamika dan persaingan industri pasar modal, baik di tingkat regional maupun global.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan demutualisasi bertujuan untuk membuka struktur kepemilikan bursa agar lebih inklusif, sehingga memberikan ruang yang lebih luas bagi BEI dalam membangun keterhubungan dan kolaborasi dengan bursa regional dan global.

"Dengan demutualisasi melalui struktur kepemilikan yang lebih terbuka, diharapkan BEI memiliki ruang yang lebih lebar untuk membangun keterhubungan dan kolaborasi dengan bursa regional dan global," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (9/2/2026).

Selain memperluas peluang kolaborasi, demutualisasi juga dinilai akan memperkuat akses permodalan bagi BEI. Akses permodalan yang lebih luas tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan ketahanan infrastruktur bursa, khususnya pada pengembangan teknologi dan penguatan manajemen risiko operasional.

"Akses permodalan yang lebih luas memungkinkan bursa efek kita meningkatkan kapasitas dan ketahanan dari sisi infrastuktur, khususnya bidang teknologi dan manajeman risiko operasional," tambahnya. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement