IEA sebelumnya telah mengumumkan pelepasan cadangan minyak darurat dalam jumlah besar untuk meredam lonjakan harga.
Pada awal Maret, lembaga berbasis di Paris tersebut merilis sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategisnya guna menstabilkan pasar.
Selain itu, IEA juga mengusulkan langkah-langkah untuk menekan permintaan energi di negara-negara importir. Birol menegaskan, pelepasan cadangan tambahan masih memungkinkan dilakukan jika gangguan pasokan semakin memburuk dalam beberapa pekan ke depan.
Namun demikian, solusi utama untuk memulihkan stabilitas pasokan energi global tetap bergantung pada pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
“Selama jalur tersebut belum kembali normal, gangguan pasokan akan terus berlangsung,” kata Birol.
(DESI ANGRIANI)