2. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)
Garudafood juga merupakan salah satu produsen snack terbesar di Indonesia. Berbeda dengan MYOR, bisnis dan produksi GOOD terfokus pada aneka produk kacang-kacangan dengan merek Garuda.
GOOD juga memproduksi camilan jenis lainnya seperti biskuit Gerry, wafer roll Chocolatos, dan cokelat Dilan. Namun, bisnis Garudafood bermula dan menjadi besar berkat produk kacangnya.
3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Indofood CBP Sukses Makmur adalah bagian dari konglomerasi Grup Salim. Perusahaan ini memproduksi mi instan, bumbu-bumbuan, minuman, dan makanan ringan. Jenis makanan ringan yang diproduksi ICBP mayoritas adalah chiki.
Beberapa brand yang diproduksi oleh Indofood CBP adalah keripik kentang Chitato, keripik kentang Japota, Chiki, Jetz, keripik jagung Maxicorn, dan sebagainya. ICBP juga memproduksi es krim, susu kemasan, dan produk keju.
4. PT Siantar Top Tbk (STTP)
Siantar Top juga merupakan produsen snack terkenal di Indonesia. Bisnis perusahaan ini mulai beroperasi pada 1972 di Surabaya, didirikan oleh Shindo Sumidomo, dengan skala usaha rumahan.
STTP kini memiliki portofolio snack yang bervariasi. Mulai dari camilan mi, wafer, dan biskuit. Brand milik Siantar Top yang populer dikenal antara lain Tic Tac, My Choco, French Fries 2000, dan sebagainya.
5. PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA)
FKS Food Sejahtera adalah produsen makanan ringan lokal dengan produk yang cukup populer di kalangan masyarakat sejak era 1990-an. Perusahaan inilah yang memproduksi Taro, permen asam Gulas, dan camilan mie Mie Kremez.
Jenis snack lain yang diproduksi AISA adalah makaroni dan wafer roll. Selain memproduksi makanan ringan, AISA juga memproduksi bihun dan mi dengan merek Bihunku dan Cap Ayam 2 Telor.
Itulah beberapa saham makanan ringan di Bursa Efek Indonesia yang dapat dicermati oleh investor.
(Nadya Kurnia)