Mengutip laman resmi Oaktree, perusahaan tersebut tidak menargetkan kinerja investasi yang unggul. Mereka justru menargetkan kinerja yang unggul dengan risiko yang kurang sepadan.
Keuntungan di atas rata-rata pada momentum yang baik bukanlah bukti bahwa manajer investasi handal. Sebab dibutuhkan kinerja yang unggul pada momentum yang buruk untuk membuktikan bahwa keuntungan pada masa-masa menguntungkan itu benar-benar didapat dari keahlian.
Bagi Marks, risiko bukanlah soal potensi rugi semata, namun juga ketidakpastian pada apa pun hasil investasi di masa mendatang. Mengenali perbedaan kedua prinsip ini, dapat mengubah strategi investasi seseorang.
3. Value Investing
Gaya investasi Marks banyak dipengaruhi oleh prinsip value investing, yakni investasi pada aset-aset dengan harga di bawah rata-rata nilai intrinsiknya. Alih-alih mengejar saham yang tengah naik daun, ia lebih fokus pada kualitas aset dan potensinya untuk menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.
Prinsip ini ia gunakan dalam mengelola aset-aset berisiko hingga investasinya menghasilkan keuntungan tahunan yang baik.