4. Psikologis saat Berinvestasi
Marks meyakini bahwa menguasai pasar harus dibarengi dengan penguasaan emosi. Sebab dalam investasi, sangat mudah seorang investor untuk terbawa arus euphoria atau kepanikan, sehingga berujung pada keputusan investasi yang salah.
Dia menekankan pentingnya memahami sudut pandang diri sendiri, terus menerus mencari informasi terkini, dan bertahan pada keputusan yang sudah diambil. Terlalu percaya diri, serakah, dan terlalu takut dapat mengganggu investor paling andal sekalipun.
5. Analisa Dua Tingkat
Marks juga menyarankan agar investor menerapkan analisa berlapis, tidak hanya terfokus pada lapisan teratas saja. Analisa satu tingkat, umumnya hanya berdasarkan analisa permukaan semata, semata analisa dua tingkat mengulik lebih dalam ihwal potensi-potensi pasar yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan harga aset.
6. Efisiensi Pasar
Tidak semua aset dihargai dengan layak oleh pasar. Marks meyakini bahwa ada momentum-momentum langka di mana aset dihargai di bawah kelayakannya, dan berpotensi menghasilkan keuntungan berlipat ganda jika investor masuk di saat yang tepat.
Marks sangat lihai memilah informasi, tidak semua hal yang tersedia memiliki nilai. Memilah-milah aset di tengah keriuhan pasar untuk fokus pada data-data yang penting sangatlah krusial dalam pengambilan keputusan.