Dari sisi operasional, volume coal getting ABM Investama meningkat 14,2 persen menjadi 17,9 juta ton pada semester I-2026. Kenaikan tersebut terutama didorong peningkatan produksi pada salah satu lokasi operasi di Kalimantan Selatan. Sementara itu, volume overburden removal tercatat turun 12,6 persen menjadi 98 juta bcm pada periode yang sama.
Peningkatan volume penjualan batu bara juga didorong oleh peningkatan produksi dari tambang Aceh pada kuartal II-2026. Kondisi tersebut memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas Perseroan.
Selain bisnis batu bara, segmen usaha lainnya juga mencatatkan kinerja yang solid. Bisnis perdagangan bahan bakar membukukan volume penjualan sebesar 141,9 juta liter sepanjang semester I-2026.
Adapun bisnis logistik mempertahankan kinerja dengan tingkat ketepatan waktu pengiriman (on-time delivery) sebesar 95,6 persen. Sementara bisnis jasa dan fabrikasi mencatatkan tingkat ketepatan pengiriman (on-time in-full delivery) sebesar 84,7 persen.
Memasuki paruh kedua 2026, Hansmemperkirakan peningkatan produksi dari operasi tambang di Aceh masih akan berlanjut. Perseroan juga tengah melanjutkan proses perizinan untuk aset tambang batu bara baru di Kalimantan Tengah yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.