IDXChannel - PT Asuransi Digital Bersama Tbk atau Adbinsure (YOII) berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Aksi korporasi ini dilakukan untuk memenuhi aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal modal minimum perusahaan asuransi.
Direktur Utama Adbinsure, Adi Wibowo Adisaputro mengungkapkan, indikasi rasio PMHMETD yang akan dilakukan perseroan yakni 5:1.
"Di mana setiap lima saham lama yang dimiliki oleh pemegang saham memberikan hak untuk membeli 1 saham baru yang diterbitkan oleh perseroan dalam rangka PMHMETD," katanya dalam surat kepada BEI, Kamis (5/2/2026).
Dalam keterbukaan informasi awal, YOII bakal menerbitkan maksimal 684,9 juta saham dalam PMHMETD tersebut dengan nilai nominal. Jumlah saham yang diterbitkan tersebut berpotensi menciptakan dilusi maksimal 16,67 persen bagi pemegang saham lama yang tidak ikut ambil bagian.
Adi juga menambahkan, hingga saat ini, perseroan belum dapat memperkirakan harga pelaksanaan (exercise) untuk rights tersebut. Harga final baru akan diumumkan bersamaan dengan Pernyataan Pendaftaran OJK dan prospektus yang sebelumnya ditargetkan terbit pada Jumat (6/2/2026).
Sejalan dengan belum adanya perkiraan harga pelaksnaan, perseroan juga belum dapat mengumumkan potensi dana yang akan diperoleh dalam rights issue tersebut. Selain itu, perseroan juga memastikan tidak akan ada waran yang menyertai pelaksanaan rights issue.
Secara garis besar, dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja. Di antaranya biaya marketing untuk mendukung strategi usaha, distribusi produk, dan brand awareness, serta pengembangan IT seperti data center, data analytics, dan ecosystem integration dan pengembangan SDM.
Sebagai informasi, rencana Adbinsure menggelar rights issue erat kaitannya dengan Peraturan OJK 23/2023. Dalam beleid itu, perusahaan asuransi wajib memiliki ekuitas minimal Rp250 miliar untuk konvensional dan Rp100 miliar untuk syariah pada akhir 2026. Kemudian pada 2028, asuransi konvensional harus memiliki modal Rp1 triliun dan asuransi syariah Rp500 miliar.
Hingga 30 September 2025, ekuitas YOII baru mencapai Rp201 miliar. Sementara laba bersih perseroan sepanjang 2024 tercatat Rp16 miliar dan untuk periode Januari-September 2025 sebesar Rp19 miliar.
(Rahmat Fiansyah)