“Sampai dengan surat tanggapan ini dibuat, tidak terdapat risiko operasional maupun keuangan terhadap Perseroan sehubungan dengan hal yang diberitakan tersebut,” kata manajemen.
ADRO juga memastikan tidak ada fakta, informasi material, maupun kejadian penting yang dinilai dapat berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup perseroan ataupun memengaruhi harga saham.
Pada Rabu (2/9/2026), saham ADRO ditutup melemah tajam 4,68 persen sebelum rebound 2,26 persen pada Kamis (3/9), pukul 09.43 WIB.
Sebelumnya, KPK tengah mengusut dugaan korupsi di lingkungan KPP Madya Banjarmasin. Nama Grup Adaro menjadi sorotan setelah KPK memeriksa Jul Seventa Tarigan pada 19 Agustus 2026 untuk mendalami dugaan pemberian kepada pemeriksa pajak.
KPK kemudian melakukan penggeledahan di delapan lokasi di Banjarmasin dan Banjarbaru.