Arief mencatat sekitar 35 persen dari total pipeline proyek TOTL senilai Rp17 triliun terkait dengan pembangunan pusat data. Porsi tersebut memberikan eksposur yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan AI di Indonesia.
Menariknya, meski harga saham TOTL telah menguat, saham tersebut masih diperdagangkan sekitar 11 kali estimasi laba 2027. Kondisi ini menunjukkan potensi pertumbuhan laba yang berasal dari proyek AI dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi saham.
Komoditas Ikut Menangkap Dampak AI
Peluang investasi dari perkembangan AI juga tidak berhenti pada perusahaan teknologi dan konstruksi.
Kebutuhan listrik serta pembangunan infrastruktur pusat data dalam skala besar akan meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai bahan baku.
Indonesia yang memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah dapat menjadi salah satu penerima manfaat dari tren tersebut.