Pertumbuhan pusat data dan infrastruktur kelistrikan diperkirakan meningkatkan permintaan terhadap tembaga, aluminium, baterai berbasis nikel, hingga batu bara.
Arief memilih PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebagai saham komoditas yang menarik untuk mendapatkan eksposur terhadap kebutuhan sumber daya dan energi dari pertumbuhan AI.
Selain menawarkan valuasi yang dinilai masih menarik, sebagian besar pendapatan perusahaan tersebut juga terkait dengan dolar AS.
Karakteristik ini memberikan perlindungan tambahan apabila rupiah kembali mengalami pelemahan.
Saham AI dengan Valuasi ‘Old Economy’
Peluang tersebut menjadi semakin menarik karena pasar saham Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah pasar Asia sepanjang tahun berjalan.