Di sisi lain, depresiasi dolar AS sebesar 3,8 persen juga memberikan tekanan terhadap biaya operasional yang sebagian besar berbasis mata uang asing. Meski demikian, perusahaan berhasil menekan biaya dengan menurunkan CASK (Cost per Available Seat Kilometre) sebesar 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, mengatakan perseroan terus berfokus pada penguatan konektivitas penerbangan sekaligus menjaga efisiensi operasional.
“Sepanjang tahun 2025 kami fokus memperkuat konektivitas penerbangan sekaligus menjaga efisiensi operasional. Upaya tersebut memungkinkan Indonesia AirAsia menurunkan kerugian di tengah tantangan industri penerbangan yang masih menghadapi tekanan biaya operasional,” ujar Captain Sadikin, yang dikutip pada Jumat (20/3/2026).
Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia juga memperluas jaringan penerbangan melalui pembukaan sejumlah rute strategis. Untuk rute internasional, maskapai membuka penerbangan Bali–Darwin, Bali–Adelaide, serta Surabaya–Don Mueang (Bangkok).
Sementara di rute domestik, perusahaan membuka penerbangan Jakarta–Manado, Surabaya–Balikpapan, Balikpapan–Tarakan, dan Balikpapan–Berau guna memperkuat konektivitas antarwilayah.