IDXChannel - Harga emas dunia mencatat penurunan terdalam sejak Oktober, pada Kamis (29/1/2026) berbalik arah dari penguatan sebelumnya yang sempat membawa logam mulia itu menembus rekor baru di USD5.600 per troy ons, seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan greenback menekan harga emas spot, yang sempat jatuh hingga 5,7 persen, menjadi penurunan intraday terdalam sejak 21 Oktober, sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugian.
Tekanan jual juga melanda perak, yang anjlok lebih dalam dengan penurunan sempat mencapai 8,4 persen. Sementara itu, indeks dolar berbalik menguat hingga 0,3 persen setelah sebelumnya bergerak melemah.
Berdasarkan data pasar, emas spot ditutup terkoreksi 0,89 persen ke level USD5.370,23 per troy ons. Sepanjang perdagangan, harga sempat menyentuh level terendah harian di USD5.097,21 dan level tertinggi di USD5.602,02 per troy ons.
Pelemahan pasar saham turut memicu aksi likuidasi di berbagai aset lain, termasuk logam mulia dan logam industri, kata Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures Phil Streible.