Momentum penguatan kian cepat setelah Presiden AS Donald Trump meremehkan pelemahan dolar ke level terendah dalam empat tahun, yang dibaca sebagai sinyal toleransi terhadap mata uang yang lebih lemah, meski disertai ancaman tarif baru dan kritik segar terhadap independensi The Fed.
Bank sentral AS juga mempertahankan suku bunga, dengan menyoroti aktivitas ekonomi yang masih tangguh serta tanda-tanda awal stabilisasi pasar tenaga kerja, sembari mengakui inflasi yang tetap tinggi dan prospek yang belum pasti.
Ketegangan geopolitik tetap tinggi setelah Iran memperingatkan akan “membela diri dan merespons dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya” menyusul ancaman baru dari Presiden Trump.
Uni Eropa pun menegaskan keputusannya menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.
Indikator relative strength index (RSI) emas melonjak di atas 90, sementara RSI perak berada di sekitar 84. Angka di atas 70 umumnya menandakan logam telah dibeli secara berlebihan dan diperkirakan memasuki fase jeda atau koreksi. (Aldo Fernando)