“Sepertinya kita sudah mencapai puncak euforia,” ujarnya dalam wawancara, dikutip Money Control.
Sepanjang tahun ini, emas melonjak tajam didorong meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve (The Fed), yang menguatkan narasi pelemahan nilai mata uang (debasement trade).
Dalam bulan ini saja, harga emas telah melesat lebih dari 20 persen, dengan sejumlah indikator teknikal mengisyaratkan potensi koreksi jangka pendek.
“Dengan kondisi pasar yang sangat panas dan dominasi arus dana ketimbang fundamental, pemicu kecil saja sudah cukup untuk koreksi,” ujar analis Julius Baer Group Ltd, Carsten Menke.
Emas sebelumnya ditopang oleh merosotnya kepercayaan terhadap aset AS di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.