Dari sisi operasional, perusahaan target disebut telah memiliki bisnis pengolahan gas alam yang berjalan atau existing operating assets sekitar 14 tahun hingga 2026. Sebelumnya, perusahaan ini menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan alat teknik, konstruksi, dan jasa konsultan teknik dengan omzet sekitar Rp40 miliar per tahun.
Namun sejak 2025, perusahaan target mulai melakukan ekspansi ke sektor pengolahan minyak dan gas bumi yang ditandai dengan diperolehnya sejumlah kontrak strategis dengan nilai lebih dari USD100 juta.
Total aset perusahaan target tercatat sekitar Rp476 miliar per 31 Desember 2025. Nilai aset tersebut diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp920 miliar pada akhir 2026.
Perusahaan target juga diperkirakan mampu membukukan pendapatan sekitar Rp250 miliar per tahun, dengan margin EBITDA sekitar 60 persen.
Setelah akuisisi, PIPA memastikan bisnis manufaktur dan distribusi material bahan bangunan berbahan dasar PVC yang saat ini dijalankan perseroan tetap dipertahankan.
(DESI ANGRIANI)