sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Akuisisi Perusahaan Pengolahan Gas, Pendapatan PIPA Diproyeksi Melonjak dalam 3 Tahun

Market news editor Desi Angriani
31/08/2026 18:55 WIB
Oxala tengah mematangkan rencana akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan minyak dan gas bumi (migas).
Akuisisi Perusahaan Pengolahan Gas, Pendapatan PIPA Diproyeksi Melonjak dalam 3 Tahun (Foto: dok Freepik)
Akuisisi Perusahaan Pengolahan Gas, Pendapatan PIPA Diproyeksi Melonjak dalam 3 Tahun (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) tengah mematangkan rencana akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan minyak dan gas bumi (migas). 

Aksi korporasi tersebut akan menjadi sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat kinerja PIPA dalam tiga tahun pertama.

Proyeksi awal peningkatan laba bersih akan bergantung pada sejumlah asumsi mikro dan makro. Dari sisi mikro, proyeksi tersebut antara lain mempertimbangkan potensi volume pengolahan gas alam perusahaan target yang dapat beroperasi pada kapasitas optimal serta stabilitas kontrak pasokan.

Sementara itu, faktor makro yang menjadi pertimbangan mencakup pertumbuhan ekonomi nasional, stabilitas harga energi global maupun domestik, serta pergerakan nilai tukar rupiah.

"Proyeksi komprehensif masih akan dihitung oleh penilai independen, dan nantinya akan disampaikan melalui keterbukaan informasi lanjutan bersamaan dengan pengumuman CSPA final," tulis manajemen dalam surat kepada Bursa, Senin 31/8/2026).

Adapun perkiraan total nilai akuisisi masih dalam tahap pembahasan dan penghitungan secara rinci bersama tim penilai serta pihak lawan transaksi.

PIPA menegaskan, tidak terdapat hubungan afiliasi antara perusahaan target dengan perseroan, anggota Direksi, Dewan Komisaris, maupun pemegang saham pengendali perseroan, yakni PT Morris Capital Indonesia.

Perseroan juga masih mengkaji dampak akuisisi terhadap struktur kegiatan usaha PIPA. Apabila menyebabkan penambahan bidang usaha baru atau mengubah kegiatan usaha utama perseroan, PIPA akan memenuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020.

Langkah ini mencakup penyusunan studi kelayakan (feasibility study) oleh penilai independen serta meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

"Perseroan bersama penilai independen nantinya akan menghitung tingkat materialitas transaksi sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 setelah Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) difinalisasi dan ditandatangani," tutur manajemen.

Dari sisi operasional, perusahaan target disebut telah memiliki bisnis pengolahan gas alam yang berjalan atau existing operating assets sekitar 14 tahun hingga 2026. Sebelumnya, perusahaan ini menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan alat teknik, konstruksi, dan jasa konsultan teknik dengan omzet sekitar Rp40 miliar per tahun.

Namun sejak 2025, perusahaan target mulai melakukan ekspansi ke sektor pengolahan minyak dan gas bumi yang ditandai dengan diperolehnya sejumlah kontrak strategis dengan nilai lebih dari USD100 juta.

Total aset perusahaan target tercatat sekitar Rp476 miliar per 31 Desember 2025. Nilai aset tersebut diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp920 miliar pada akhir 2026. 

Perusahaan target juga diperkirakan mampu membukukan pendapatan sekitar Rp250 miliar per tahun, dengan margin EBITDA sekitar 60 persen.

Setelah akuisisi, PIPA memastikan bisnis manufaktur dan distribusi material bahan bangunan berbahan dasar PVC yang saat ini dijalankan perseroan tetap dipertahankan.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement