AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Aliran Dana Asing dan Sektor Keuangan Jadi Pendorong Kenaikan IHSG Hari Ini

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Kamis, 25 November 2021 16:22 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup zona hijau dibawah level 6.700.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup zona hijau dibawah level 6.700.  (Foto: MNC Media)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup zona hijau dibawah level 6.700. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup zona hijau dibawah level 6.700. IHSG ditutup naik 16,06 poin atau 0,24 persen ke 6.699.

Research Analyst MNC Sekuritas, Aqil Triyadi mengatakan, perdagangan IHSG hari ini sempat menguat baik atau sempat menembus level 6.700 - 6.751 tertingginya.Walaupun ternyata tidak cukup kuat untuk tutup di level 6.700, pergerakan IHSG sudah cukup tinggi.

"Kita melihat pergerakan IHSG dalam bulan November ini sudah cukup tinggi penguatannya bahkan sudah All Time High, bahkan sudah menembus level di 2020 atau 2019 kemarin," katanya dalam 2nd Session Closing IDX, Kamis (25/11/2021).

Menurut Aqil, hal ini disebabkan oleh adanya inflow asing yang mencatatkan net buy secara year to date, maupun hari ini asing sedikit mencatatkan net sell sebesar Rp48,2 miliar.

"Selanjutnya menjadi sentimen kepada bursa di Indonesia sendiri ini adalah pada pendapatan emiten atau di rilis kinerja ketiga di 2021 yang memang hampir dari keseluruhan emiten di seluruh sektor nadanya positif dengan adanya pertumbuhan pendapatan atau laba, pertumbuhan kinerja akan mendorong sentimen emitennya untuk menggerakan pasar. Selain dari inflow asing, kinerja emiten pun menjadi sentimen positif," ujar Aqil.

Sektor keuangan, dalam hal ini perbankan big caps BUMN hari ini kompak mengalami penguatan, ternyata BBCA tidak ikut seirama dengan yang lainnya di sesi kedua.

"Kami melihat bahwa pergerakan di sektor banking ini nampaknya sudah cenderung overload karena penguatannya sudah cukup signifikan pada bulan Oktober lalu dan sehingga berlanjut dari bulan November pergerakannya akan cenderung lebih penguatan terbatas. Pergerakan sektor perbankan didorong oleh pertumbuhan kredit perbankan yang tumbuh 3,24% year on year di bulan Oktober lalu hingga kami perkirakan ini menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan," jelasnya.

Aqil menambahkan, pertumbuhan sektor perbankan akan terus berlanjut ke 2022 dengan adanya pemulihan ekonomi juga pertumbuhan dan permintaan dari pasar kredit, selanjutnya akan disertai dengan pelonggaran kebijakan PPKM.

Untuk jangka pendek, arah pergerakan sektor perbankan rawan terjadi profit taking. Pergerakan sektor perbankan cenderung terkoreksi selama pergerakan IHSG tidak mampu menembus level resisten 6.750.

Saham-saham pilihan yang direkomendasikan untuk dicermati diantaranya:
TBIG 2.930 - 3.000 resisten 3.180 - 3.260 BOW
IRRA 1.725 - 1.765 resisten 1.825 - 1.930 BOW
BWPT 88 - 91 resisten 100 - 108 BOW. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD