Manajemen ALDO juga menyebutkan, pelaksanaan buyback diperkirakan tidak akan memberikan dampak material terhadap laba per saham maupun pendapatan perusahaan. Sementara itu, biaya transaksi yang timbul dari pelaksanaan program dibatasi maksimal sebesar 0,33 persen untuk setiap transaksi pembelian.
Lebih lanjut, manajemen ALDO meyakini program pembelian kembali saham tidak akan menghambat kegiatan usaha maupun rencana pengembangan bisnis. Hal tersebut didukung posisi modal kerja dan arus kas perusahaan yang dinilai cukup kuat untuk menopang operasional serta ekspansi usaha di masa mendatang.
Selain itu, katanya, buyback saham diharapkan dapat meningkatkan stabilitas harga saham. Stabilitas ini memberikan nilai positif bagi pemegang saham dan calon investor, karena mencerminkan kepercayaan terhadap perseroan.
"Selain itu, harga saham yang lebih stabil diharapkan dapat mencerminkan nilai wajar yang sesuai dengan kinerja perseroan," katanya.
(Dhera Arizona)