"Tidak ada dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan," kata dia.
Sebagai informasi, BEI mengumumkan perombakan sejumlah saham emiten yang tercatat di papan Bursa. Keputusan perpindahan papan pencatatan itu mengacu pada penilaian yang dilakukan oleh BEI.
Komposisi terbaru setelah menyelesaikan evaluasi berkala, akan efektif berlaku mulai 29 Mei 2026.
Sebanyak 26 perusahaan naik kelas dari Papan Pengembangan ke Papan Utama, antara lain:
1. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
2. PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO)
3. PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG)
4. PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR)
5. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
6. PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)
7. PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT)
8. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT)
9. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
10. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
11. PT FKS Multi Agro Tbk (FISH)
12. PT Galva Technologies Tbk (GLVA)
13. PT Gozco Plantations Tbk (GZCO)
14. PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO)
15. PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD)
16. PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT)
17. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK)
18. PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB)
19. PT Merck Tbk (MERK)
20. PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU)
21. PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM)
22. PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT)
23. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
24. PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN)
25. PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO)
26. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
(Dhera Arizona)