"Peningkatan-peningkatan tersebut juga mencerminkan pemulihan yang signifikan pada profitabilitas AMMAN selama kuartal tersebut dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya.
Meski demikian, ujar Arief, prioritas utama perseroan tetap memastikan kinerja smelter yang stabil, andal, dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, inisiatif ekspansi perseroan yang lebih luas, termasuk CCPP, fasilitas regasifikasi LNG, dan ekspansi pabrik konsentrator, diharapkan semakin meningkatkan ketahanan operasional dan daya saing jangka panjang.
"Meskipun kami tetap mencermati ketidakpastian geopolitik jangka pendek, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang telah berkontribusi terhadap kenaikan biaya energi dan beberapa biaya lainnya sejak Maret, kami yakin bahwa prospek jangka panjang tembaga dan emas tetap kuat, sehingga menempatkan AMMAN pada posisi yang baik untuk pertumbuhan berkelanjutan,” kata Arief.
Volume material yang ditambang pada kuartal I-2026 mencapai 56 juta ton, sejalan dengan rencana penambangan. Volume bijih segar yang ditambang naik signifikan, naik dari 1 juta ton pada kuartal I-2025 menjadi 38 juta ton pada kuartal I-2026, yang mencerminkan perkembangan kegiatan penambangan yang telah direncanakan.