AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21996.89
-1.88%
-422.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

Ancaman Resesi Makin Besar dari Inversi Imbal Hasil Obligasi AS

MARKET NEWS
Tim Litbang MPI
Kamis, 23 Juni 2022 15:27 WIB
Ancaman resesi dari inversi imbal hasil atau yield obligasi AS merupakan dampak dari kebijakan agresif The Fed menaikan suku bunga.
Ancaman Resesi Makin Besar dari Inversi Imbal Hasil Obligasi AS. (Foto: MNC Media)
Ancaman Resesi Makin Besar dari Inversi Imbal Hasil Obligasi AS. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, yang menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 1,5% sampai 1,75% pada 16 Juni 2022 lalu menimbulkan banyak efek. Salah satunya ancaman resesi dari inversi imbal hasil atau yield obligasi AS.

Sebelum The Fed mengumumkan hal tersebut, alarm bahwa kurva yield sudah menunjukkan hasil terbalik pada April 2022.

Melansir IDXChannel, per tanggal 1 April 2022 imbal hasil obligasi AS atau US Treasury 2 tahun menyentuh angka 2,44%. Angka itu terlihat 6 bps (basis poin) lebih tinggi bila dibandingkan dengan imbal hasil US tenor 10 tahun, yakni 2,38%.

Sementara itu, yield obligasi AS (pada tenor 2 tahunnya) mencapai level tertingginya pada 14 Juni 2022, yakni 3,45%. Kondisi kurva terbalik ini memberikan sinyal tersendiri bahwa AS akan mengalami resesi.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD