Namun, BELL menyebut dampaknya relatif terbatas terhadap kinerja perseroan, mengingat target pasar perusahaan berada pada segmen menengah ke atas (middle-up).
"Segmen ini lebih mengutamakan kualitas, desain, dan diferensiasi produk ketimbang sekadar harga," tutur manajemen.
Dari sisi operasional, proses manufaktur masih dijalankan oleh induk usaha dengan tingkat utilisasi yang dinilai masih memiliki ruang untuk ditingkatkan pascapandemi covid-19.
Sementara itu, penjualan kain melalui agen dan distributor dilakukan oleh entitas anak, sedangkan bisnis ritel dengan merek JOBB dan Jack Nicklaus masih disesuaikan dengan kondisi pasar yang dinamis.
Perseroan juga tengah memperkuat operasional anak usaha barunya, PT Trimas Bellindo Aparel Manufaktur, yang bergerak di bidang garmen.