Saat ini, anak usaha tersebut berada dalam tahap penyesuaian operasional dan peningkatan stabilitas pesanan sebagai bagian dari strategi integrasi bisnis ke sektor hilir.
"Hingga saat ini tidak terdapat rencana bisnis baru di luar strategi yang telah dipaparkan," katanya.
Sementara itu, kenaikan harga saham BELL belakangan ini dipicu oleh sentimen eksternal, khususnya rencana pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp101 triliun untuk menopang dan membangkitkan industri tekstil nasional.
Adapun saham BELL disuspensi Bursa sebanyak dua kali pada 20 dan 22 Januari. Hingga saat ini, BELL masih dikunci untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan investasinya di saham tersebut.
(DESI ANGRIANI)