IDXChannel - Bangladesh mengamankan tarif impor yang lebih rendah sebesar 19 persen dari Amerika Serikat (AS) setelah kedua negara menyepakati perjanjian perdagangan.
Dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (10/2/2026), kedua negara telah melakukan negosiasi sekitar sembilan bulan.
Pemimpin pemerintahan sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, menngatakan bahwa Washington akan memberikan tarif nol persen terhadap sejumlah produk tekstil negaranya yang menggunakan bahan baku dari AS.
Di sisi lain, Gedung Putih mengatakan Bangladesh setuju untuk memberikan akses pasar preferensial yang signifikan untuk barang-barang industri dan pertanian AS, termasuk bahan kimia, alat kesehatan, mesin, kendaraan bermotor dan suku cadangnya, produk kedelai dan produk susu, daging sapi, unggas, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
Bangladesh juga akan mengurangi hambatan non-tarif dengan menerima standar keselamatan dan emisi kendaraan AS, mengakui sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), dan menghapus pembatasan impor pada barang-barang hasil daur ulang.