Tahun-tahun berikutnya, perseroan melakukan ekspansi, restrukturasi, dan mengintegrasikan seluruh bisnis di bawah naungan BNBR.
Lalu bagaimana dengan struktur kepemilikan sahamnya saat ini? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Bakrie & Brothers Tbk.
Apa Saja Bisnis BNBR? Inilah Informasi Kepemilikan Sahamnya
Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, hingga akhir Januari 2026, pengendali saham BNBR adalah PT Biofuel Indo Sumatra dengan kepemilikan sebanyak 2,23 miliar saham.
Jumlah itu setara dengan 1,28 persen dari total saham terdaftar. Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah Port Fraser International dengan saham sebanyak 45,10 miliar, setara 26,01 persen.
Berikut ini adalah daftar pemegang saham mayoritas di BNBR per akhir Januari 2026:
- Levoca Enterprise 9,21 miliar saham, setara 5,32 persen
- Fountain City Investment Ltd 38,44 miliar saham, setara 22,17 persen
- Eufore Capital 11,71 miliar saham, setara 6,76 persen
- UOB Kay Hian 14,68 miliar saham, setara 8,47 persen
- Masyarakat non-warkat 49,50 miliar saham, setara 28,55 persen
Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham BNBR, atau pemilik perusahaan, adalah Keluarga Bakrie.
Perusahaan ini mencatatkan sahamnya secara perdana di Bursa Efek Indonesia pada 1989 dengan melepas 2,85 juta saham di harga penawaran Rp7.975 per unit. Dari IPO ini, perseroan mengantongi dana sebanyak Rp22,72 miliar.
Pada perdagangan Kamis (5/3/2026), BNBR ditutup di harga Rp170 per unit, naik 3,03 persen dari pembukaan, dengan transaksi senilai Rp369 miliar.
Itulah informasi singkat tentang apa saja bisnis BNBR.
(Nadya Kurnia)