IDXChannel—Apa saja bisnis BNBR? Beberapa waktu terakhir, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ramai diperdagangkan. Pada perdagangan sesi kedua Kamis (5/3/2026), BNBR diperdagangkan di kisaran Rp167 per unit.
Nilai transaksi BNBR hingga pukul 15.14 WIB mencapai Rp349,41 miliar. Dalam satu bulan terakhir, saham ini telah mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 66 persen. Pada awal Februari, BNBR masih dijual Rp100 per unit.
BNBR termasuk dalam konglomerasi Bakrie. Perusahaan ini tercatat sebagai emiten sektor perindustrian dengan kegiatan usaha di bidang perdagangan dan penyertaan. BNBR adalah perusahaan holding yang menaungi sejumlah anak usaha.
Melansir laman resmi perseroan (5/3/2026), bisnis perseroan terfokus pada manufaktur dan infrastruktur. Lini bisnis BNBR adalah autoparts, building industries, metal industries, dan infrastructure.
Pada lini otopart, bisnis dikelola oleh PT Bakrie Autoparts (BA) yang berdiri sejak 1975. Perusahaan ini memproduksi komponen otomotif untuk kendaraan dan alat berat. Produk buatan BA digunakan oleh industri otomotif dalam negeri.
Lalu pada lini infrastruktur, BNBR mengelola proyek-proyek jalan tol, tenaga listrik, minyak dan gas, pelabuhan, hingga telekomunikasi. Segmen bisnis ini dikelola oleh PT Bakrie Indo Infrastructure.
Pada segmen metal industries, bisnis perseroan ditangani oleh PT Bakrie Metal Industries (BMI) yang telah beroperasi sebagai manufaktur pipa baja sejak 1959. Saat ini BMI memproduksi pipa baja khusus migas dan pipa multifungsi.
Lalu pada lini building industries, BNBR memproduksi bahan bangunan seperti fiber semen, plafon, partisi, serta produk pengganti kayu. Bisnis di segmen ini ditangani oleh PT Bakrie Building Industries yang didirikan sebagai joint venture dengan perusahaan Australia.
BNBR sendiri didirikan pada 1942 oleh Achmad Bakrie sebagai perusahaan perdagangan umum dan agen komisi. Pada 1960 barulah perseroan memasuki bisnis manufaktur pipa baja dengan mendirikan fasilitas pabrik baja.
Tahun-tahun berikutnya, perseroan melakukan ekspansi, restrukturasi, dan mengintegrasikan seluruh bisnis di bawah naungan BNBR.
Lalu bagaimana dengan struktur kepemilikan sahamnya saat ini? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Bakrie & Brothers Tbk.
Apa Saja Bisnis BNBR? Inilah Informasi Kepemilikan Sahamnya
Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, hingga akhir Januari 2026, pengendali saham BNBR adalah PT Biofuel Indo Sumatra dengan kepemilikan sebanyak 2,23 miliar saham.
Jumlah itu setara dengan 1,28 persen dari total saham terdaftar. Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah Port Fraser International dengan saham sebanyak 45,10 miliar, setara 26,01 persen.
Berikut ini adalah daftar pemegang saham mayoritas di BNBR per akhir Januari 2026:
- Levoca Enterprise 9,21 miliar saham, setara 5,32 persen
- Fountain City Investment Ltd 38,44 miliar saham, setara 22,17 persen
- Eufore Capital 11,71 miliar saham, setara 6,76 persen
- UOB Kay Hian 14,68 miliar saham, setara 8,47 persen
- Masyarakat non-warkat 49,50 miliar saham, setara 28,55 persen
Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham BNBR, atau pemilik perusahaan, adalah Keluarga Bakrie.
Perusahaan ini mencatatkan sahamnya secara perdana di Bursa Efek Indonesia pada 1989 dengan melepas 2,85 juta saham di harga penawaran Rp7.975 per unit. Dari IPO ini, perseroan mengantongi dana sebanyak Rp22,72 miliar.
Pada perdagangan Kamis (5/3/2026), BNBR ditutup di harga Rp170 per unit, naik 3,03 persen dari pembukaan, dengan transaksi senilai Rp369 miliar.
Itulah informasi singkat tentang apa saja bisnis BNBR.
(Nadya Kurnia)