Sementara total nilai transaksi seluruh saham di bursa mencapai Rp9,11 triliun.
Penguatan tersebut sekaligus menghentikan rentetan ARB GOTO yang berlangsung selama empat hari perdagangan, sejak Senin (28/9) hingga Kamis (1/10).
Tekanan jual meningkat tajam setelah BEI menghapus batas bawah harga Rp50 per saham, yang sebelumnya membatasi ruang penurunan saham GOTO di pasar reguler.
Pada perdagangan Senin (28/9), volume transaksi GOTO bahkan mencapai sekitar 1 miliar lot.
Setelah harga saham jatuh hingga ke area Rp20-an, pasar kini mulai menguji apakah tekanan jual telah mereda dan apakah GOTO mampu membentuk pijakan harga baru.
Perubahan tersebut membuat pergerakan GOTO memasuki fase yang berbeda.
Setelah tidak lagi tertahan oleh batas bawah Rp50, harga saham memiliki ruang lebih luas untuk mencari titik keseimbangan baru berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran.