Selain kinerja operasional, GoTo juga telah memperoleh persetujuan untuk melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun.
Perseroan juga mengusulkan pembatalan sekitar 32 miliar saham treasuri.
Jika direalisasikan, aksi tersebut akan mengurangi jumlah saham beredar dan menjadi faktor lain yang akan dicermati pasar di tengah tekanan pada harga GOTO.
Potensi buyback sebelumnya juga disebut analis Citi Research Ferry Wong sebagai salah satu katalis bagi GOTO. Citi mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp95 per saham.
Citi menilai GoTo masih mampu mengelola dampak penurunan batas komisi untuk layanan pengantaran roda dua di Indonesia. Dengan demikian, tekanan terhadap bisnis on-demand services (ODS) dinilai masih dapat diimbangi oleh perkembangan bisnis lainnya.
Namun, pandangan analis terhadap valuasi GOTO tidak sepenuhnya seragam.
Dalam riset 28 September 2026, analis UOB Kay Hian Willinoy Sitorus dan Audrey Celia mempertahankan rekomendasi beli, tetapi memangkas target harga GOTO menjadi Rp60 dari sebelumnya Rp78 per saham.