UOB Kay Hian menurunkan asumsi blended EV/sales menjadi 2,7 kali dari 3,4 kali.
Penilaian tersebut menggunakan multiple berbeda untuk masing-masing segmen, yakni 1,8 kali untuk ODS, 3,8 kali untuk fintech, dan 1,7 kali untuk e-commerce.
Menurut UOB Kay Hian, multiple tersebut telah didiskon sekitar 25 persen dari rata-rata perusahaan sejenis secara global untuk mencerminkan tahap profitabilitas GOTO yang masih lebih awal serta risiko regulasi di Indonesia.
UOB juga menilai price-to-earnings (PE) semakin relevan karena fokus GoTo bergeser dari pertumbuhan menuju profitabilitas.
Pada harga Rp50 per saham, GOTO diperdagangkan pada sekitar 39 kali PE, dibandingkan Grab sekitar 19 kali dan Sea Ltd sekitar 22 kali.
Dengan menggunakan harga rata-rata hasil negosiasi terakhir sebesar Rp28 per saham, valuasi GOTO menjadi sekitar 21 kali PE.