Analis Phillip Sekuritas Indonesia Edo menilai penurunan GOTO hingga Rp28 per saham yang sempat disentuh pada Kamis (1/10) membuat valuasi pasar terlihat jauh di bawah nilai bisnis yang dijalankan perseroan.
“Kalau harga saham GoTo berada di Rp28, pasar seolah-olah hanya menghargai aset likuidnya dan tidak memberikan nilai pada bisnis yang sedang berjalan. Padahal GoTo punya bisnis dengan pendapatan yang tumbuh dan profitabilitas yang terus membaik. Karena itu, menurut kami harga tersebut belum mencerminkan fundamental perusahaan,” ujar Edo.
Menurut dia, konsensus pasar menempatkan harga wajar GOTO di kisaran Rp65-Rp74 per saham. Dibandingkan harga Rp28, kisaran tersebut menunjukkan selisih yang lebar antara harga pasar dan estimasi nilai berdasarkan konsensus analis.
Namun, rentang harga tersebut tidak serta-merta menunjukkan saham GOTO akan segera bergerak menuju level tersebut.
Realisasi potensi tersebut tetap bergantung pada kemampuan perseroan mempertahankan perbaikan kinerja sekaligus meredanya tekanan jual.