“Dengan semakin banyak proyek pembangkit yang diselesaikan, kami yakin akan mampu terus menjaga komitmen untuk menerangi Indonesia berbasiskan energi bersih serta menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” kata Aldo melalui keterangan resmi, Senin (9/3/2026).
Sepanjang tahun lalu, ARKO mengakselerasi dua pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga air dengan tipe run-of-river yang pada akhirnya mengantarkan Proyek Kukusan 2 (5,4 MW), berlokasi di Tanggamus, Lampung, mulai beroperasi secara komersial untuk pertama kalinya pada Februari 2026.
Untuk Proyek Tomoni (10 MW) yang berlokasi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, proses pembangunannya juga bertumbuh secara signifikan. Pada 2024 progres konstruksinya baru sebesar 15,5 persen, sementara pada 2025 sudah mencapai 58,8 persen dengan target finalisasi proyek pada akhir tahun ini.
Di samping itu, pada September 2025, ARKO juga memperoleh Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) Proyek Pongbembe (20 MW) dari PLN. PPA ini berlaku selama 30 tahun terhitung sejak proyek mulai beroperasi dan diperkirakan beroperasi pada 2030. Proses pembangunan proyek tersebut telah dimulai pada akhir tahun 2025.
"Estimasi produksi listriknya mencapai 97.218 MWh per tahun yang seluruhnya akan dibeli oleh PLN. Dengan target tersebut, Proyek Pongbembe nantinya mampu berkontribusi sebesar 27,7 persen dari total produksi energi perseroan yang bersumber dari enam proyek yang ada," ujarnya.