Pada 2025, ARNA membukukan penjualan neto Rp2,91 triliun, tumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,63 triliun. Kendati demikian, laba kotor tergerus 2,2 persen menjadi Rp884 miliar, imbas dari kenaikan biaya produksi.
Hingga 31 Desember 2025, ekuitas ARNA mencapai Rp1,89 triliun. Sementara itu, saldo laba perseroan mencapai Rp1,98 triliun.
ARNA saat ini mengoperasikan lima pabrik yang tersebar di Serang dan Tangerang (Banten), Gresik dan Mojokerto (Jawa Timur), serta Ogan Ilir (Sumatera Selatan). Selain itu, penjualan juga didukung oleh 56 sub distributor dan lebih dari 40 ribu toko.
Hingga akhir 2025, ARNA memiliki kapasitas terpasang 68,77 juta m2 dengan utilitas 97 persen, naik dibandingkan 2024 yang sebesar 92 persen. Produksi mencapai 63,54 juta m2, tumbuh 2,3 persen secara tahunan.
(Rahmat Fiansyah)