Kendati demikian, peningkatan aliran minyak melalui Selat Hormuz masih membantu meredam kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Perkembangan tersebut menjadi faktor yang menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut.
Data pelayaran menunjukkan jumlah kapal komoditas yang terlihat melintas di Selat Hormuz turun menjadi hanya sekitar lima kapal per hari selama akhir pekan. Penurunan tersebut mencerminkan kehati-hatian perusahaan pelayaran di tengah risiko serangan terhadap kapal.
Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil ketika berlayar memasuki Selat Hormuz pada Sabtu (29/8/2026). Presiden AS Donald Trump juga mengatakan minyak dari kesepakatan terbaru dengan Venezuela akan digunakan untuk mengisi kembali cadangan minyak strategis AS yang telah mendekati level terendah dalam 44 tahun.
(Rahmat Fiansyah)