AALI
9700
ABBA
296
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3490
ADHI
810
ADMF
7575
ADMG
175
ADRO
2290
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1280
AGRO-R
0
AGRS
150
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
705
AKSI
675
ALDO
1380
ALKA
300
ALMI
288
ALTO
252
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.71
-0.11%
-0.57
IHSG
6601.76
0.01%
+0.95
LQ45
945.99
-0.09%
-0.87
HSI
23601.98
-2.83%
-687.92
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
838,337 / gram

ASDP IPO di Kuartal I-2022, Bidik Rp3,25 Triliun 

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan
Kamis, 02 Desember 2021 16:17 WIB
ASDP Ferry Indonesia (Persero) ditargetkan melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal I-2022.
ASDP IPO di Kuartal I-2022, Bidik Rp3,25 Triliun (FOTO: MNC Media)
ASDP IPO di Kuartal I-2022, Bidik Rp3,25 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) ditargetkan melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal I-2022. Dari IPO ini ditargetkan dapat meraih dana sebesar Rp3,25 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pencatatan saham perdana ASDP di pasar modal perlu dilakukan untuk memperoleh permodalan baru. Modal tersebut akan dialokasikan untuk memperbaiki sejumlah kapal perseroan yang diproduksi sejak tahun 1960 silam. 

"Kondisi kapal-kapal ASDP itu ada yang tahun 60-an, 80-an. Pada tua-tua. Nah, ini yang kita coba perbaiki," ujar Erick dalam rapat dengan dengan Komisi VI, Kamis (2/12/2021). 

Sebelumnya, manajemen ASDP Indonesia membidik dana sebesar Rp3,25 triliun dari aksi korporasi tersebut. 

Direktur Keuangan ASDP Indonesia Ferry Djunia Satriawan menyebut, IPO bagian dari strategi perseroan untuk mengembangkan bisnis utamanya yakni di sektor layanan penyeberangan.

Meski pandemi Covid-19 belum dipastikan akan berakhir, manajemen memastikan langkah go publik perusahaan tetap dilakukan. Namun begitu, manajemen tetap mempertimbangkan kesiapan market dan kemampuan perusahaan.

"Kami ingin menunjukkan pada pandemi ini kami tak diam dan siap melantai. Kami tentunya harus menyiapkan ASDP untuk IPO, karena untuk go public ini ada dua sisi yang harus diperhatikan yaitu dari kemampuan perusahaan dan juga sisi kesiapan market yang ada," ujar Djunia dalam konferensi pers secara virtual, beberapa waktu lalu. 

Dalam skemanya, ASDP akan melepas sekitar 20-25% saham saat melantai ke pasar modal. Angka itu berupa perhitungan sementara manajemen.

"Ini masih indikatif, masih melakukan proses valuasi, mengejar pendapatan target tahun ini sebesar Rp3,4 triliun hingga Rp3,5 triliun tahun ini," tutur dia.

Untuk jangka panjang atau periode 2024 mendatang, perusahaan pelat merah itu juga berencana meningkatkan revenue sebesar Rp5 triliun. Jumlah itu naik dari revenue 2019 yang tercatat hanya di angka Rp3,2 triliun. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD