Selain nikel, saham tambang emas turut menjadi incaran. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) masuk jajaran saham dengan akumulasi asing signifikan, mencerminkan pergeseran minat ke aset berbasis komoditas di tengah lonjakan harga emas seiring ketidakpastian global.
Nilai beli bersih asing di ARCI mencapai Rp373,99 miliar dalam sepekan terakhir. Harga sahamnya pun terdongkrak 16,92 persen ke Rp1.900 per unit.
ANTM, yang juga memiliki eksposur emas, mendapat tambahan sentimen positif dari lonjakan harga sahamnya dalam sepekan.
Harga kontrak berjangka (futures) nikel bertahan di kisaran USD18.300 per ton pada Kamis (15/1/2026), mendekati level tertinggi terbaru setelah sempat menyentuh puncak lebih dari 19 bulan di sekitar USD18.700 pada 14 Januari, seiring berlanjutnya kekhawatiran atas ketatnya pasokan dari Indonesia.
Mengutip Trading Economics, pelaku pasar mencermati kuota bijih 2026 yang diperkirakan 250–260 juta ton, jauh di bawah kebutuhan smelter domestik serta target tahun lalu sebesar 379 juta ton.