Pada 24-28 Februari 2025, investor asing terpantau mencatat aksi jual bersih (foreign net sell) hingga Rp10,2 triliun. Angka ini melonjak hampir sembilan kali lipat dibandingkan net sell pada sepekan sebelumnya yang mencapai Rp1,16 triliun.
Saham-saham blue chip, terutama sektor perbankan menjadi sasaran jual investor asing. Tiga bank raksasa, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masuk daftar utama saham jualan asing.
Sebagai bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBCA mencatat foreign net sell terbesar, yakni Rp2,14 triliun Tekanan jual yang deras membuat saham BBCA terkoreksi 5,60 persen dalam sepekan ditutup anjlok 1,17 persen ke level Rp8.425 per saham.
Demikian juga saham entitas bank BUMN, yakni BBRI tak luput dari aksi jual. Net-sell asing terhadap BBRI senilai Rp1,79 triliun dalam sepekan. Alhasil tekan jual ini menyebabkan harga sahamnya turun 14,29 persen dalam sepekan
Saham BMRI juga dijual asing, dengan nilai net sell Rp1,12 triliun. Imbasnya, harga saham bank pelat merah ini merosot 8,46 persen dalam sepekan. Di penghujung minggu ini, BMRI berakhir turun 1,29 persen ke Rp4.600 per saham.