sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Asing Keluar Rp10 Triliun Jadi Peluang Bagi Investor untuk Borong Saham

Market news editor Dinar Fitra Maghiszha
01/03/2025 22:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan sehingga turun hampir 8 persen hanya dalam sepekan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan sehingga turun hampir 8 persen hanya dalam sepekan. (Foto: MNC Media)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan sehingga turun hampir 8 persen hanya dalam sepekan. (Foto: MNC Media)

Pada 24-28 Februari 2025, investor asing terpantau mencatat aksi jual bersih (foreign net sell) hingga Rp10,2 triliun. Angka ini melonjak hampir sembilan kali lipat dibandingkan net sell pada sepekan sebelumnya yang mencapai Rp1,16 triliun.

Saham-saham blue chip, terutama sektor perbankan menjadi sasaran jual investor asing. Tiga bank raksasa, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masuk daftar utama saham jualan asing.

Sebagai bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBCA mencatat foreign net sell terbesar, yakni Rp2,14 triliun Tekanan jual yang deras membuat saham BBCA terkoreksi 5,60 persen dalam sepekan ditutup anjlok 1,17 persen ke level Rp8.425 per saham.

Demikian juga saham entitas bank BUMN, yakni BBRI tak luput dari aksi jual. Net-sell asing terhadap BBRI senilai Rp1,79 triliun dalam sepekan. Alhasil tekan jual ini menyebabkan harga sahamnya turun 14,29 persen dalam sepekan

Saham BMRI juga dijual asing, dengan nilai net sell Rp1,12 triliun. Imbasnya, harga saham bank pelat merah ini merosot 8,46 persen dalam sepekan. Di penghujung minggu ini, BMRI berakhir turun 1,29 persen ke Rp4.600 per saham.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement