Aksi jual asing ini terjadi di tengah kondisi pasar yang bergejolak dalam beberapa hari terakhir, setelah MSCI menyoroti risiko kelayakan investasi (investability) pasar saham Indonesia, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan ketersediaan data free float emiten.
Sorotan tersebut memicu tekanan jual dan arus dana asing keluar, yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatil.
Kondisi pasar kian sensitif setelah IHSG sempat mengalami penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1), usai terkoreksi hingga 8 persen secara intraday.
Pada perdagangan Jumat (30/1) pagi, volatilitas kembali mewarnai pergerakan IHSG seiring pelaku pasar merespons kabar pengunduran diri Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman. IHSG sempat dibuka menguat ke level 8.408,30 sebelum berbalik melemah tajam hingga 8.167,16.
Pada pukul 09.43 WIB, indeks perlahan rebound dan mencatatkan penguatan 0,65 persen ke level 8.286, sebelum akhirnya ditutup menguat 1,18 persen ke posisi 8.329,61 pada Jumat lalu.