Berdasarkan data BEI, investor asing mencatatkan net sell Rp1,87 triliun di pasar reguler pada pekan lalu. Secara kumulatif sepanjang sepekan, arus keluar dana asing mencapai Rp15,77 triliun.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai, secara teknikal area support IHSG saat ini berada di level psikologis 8.000.
MSCI sebelumnya menilai minimnya transparansi struktur kepemilikan perusahaan serta data free float menjadi sumber utama kekhawatiran terhadap pasar saham Indonesia. Peringatan tersebut menambah tekanan pada pasar yang selama ini sudah dibayangi arus keluar investor asing.
MSCI juga mengingatkan, jika tidak terjadi perbaikan yang berarti dalam aspek transparansi hingga Mei mendatang, bobot saham Indonesia di indeks pasar berkembang berpotensi diturunkan. Bahkan, Indonesia juga berisiko diturunkan statusnya dari emerging market menjadi frontier market.
Merespons sorotan MSCI tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari penyampaian data kepemilikan saham emiten yang lebih rinci sesuai praktik internasional hingga rencana penerbitan aturan free float minimum 15 persen bagi emiten baru maupun yang telah tercatat.