Kemudian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net sell sebesar Rp273,14 miliar. Saham BBNI turun 13,24 persen sepanjang pekan dan berakhir di level Rp3.210 per unit.
Lebih lanjut, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) menjadi saham terakhir dalam daftar delapan besar net sell asing dengan nilai Rp266,37 miliar. Saham ANTM melemah 5,17 persen selama sepekan dan ditutup pada harga Rp2.750 per unit.
Phintraco menilai tekanan jual dipicu oleh sejumlah isu domestik, termasuk rencana revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang memunculkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya independensi lembaga keuangan.
Di sisi fiskal, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi APBN hingga Mei 2026 mencatat defisit Rp180,4 triliun atau setara 0,7 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut meningkat dibandingkan defisit Rp20,9 triliun atau 0,09 persen dari PDB pada periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, Phintraco menilai posisi tersebut masih relatif terkendali karena berada jauh di bawah target defisit APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen dari PDB.