Secara keseluruhan, aksi jual asing pada saham-saham konglomerasi ini terjadi di tengah kondisi pasar yang tetap kondusif.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, secara agregat aliran dana asing bersih (net foreign buy) di pasar reguler justru mencapai Rp1,62 triliun selama sepekan terakhir.
Sejalan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,16 persen dalam sepekan dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di level 9.002,92 pada perdagangan intraday 8 Januari 2026.
KB Valbury Sekuritas menilai, stabilitas makroekonomi menjadi faktor utama yang menopang pergerakan pasar saham Indonesia.
Sentimen positif datang dari rilis data inflasi Desember 2025 yang tetap terkendali di level 2,92 persen secara tahunan (year on year).